TANTANGAN DAN PELUANG SEBAGAI UPAYA PERAN STRATEGIS UMKM DI ERA DIGITAL DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA

Authors

  • Sugina Sugina Universitas Raharja Author
  • Andri Cahyo Purnomo Universitas Raharja Author
  • Dedy Iskandar Universitas Raharja Author
  • Ahmad Sarmadi Universitas Primagraha Author

DOI:

https://doi.org/10.17605/teqwm026

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja dan Produk Domestik Bruto (PDB). Pada tahun 2025, jumlah UMKM di Indonesia mencapai sekitar 65,5 juta unit, menyumbang 61,9% terhadap PDB dan menyerap lebih dari 119 juta tenaga kerja atau sekitar 97% dari total tenaga kerja nasional. Meskipun demikian, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih stagnan di kisaran 15-16%, jauh di bawah Thailand yang mencapai hampir 30%. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran strategis UMKM, mengidentifikasi kesenjangan struktural yang dihadapi, serta mengeksplorasi peluang transformasi digital. Penelitian menggunakan pendekatan studi literatur dengan analisis data sekunder dari BPS, Kementerian UMKM, serta studi kasus di Kota Tangerang, khususnya pada peristiwa ekonomi di Alun-Alun Kota dan Alun-Alun Ciledug. Kerangka analisis menggunakan teori kelembagaan North (1990), Resource-Based View Barney (1991), teori keunggulan kompetitif Porter (1990), teori inovasi Schumpeter (1934), serta teori kesenjangan digital Van Dijk (2005). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya formalisasi usaha (hanya 6% memiliki NIB), kesenjangan adopsi teknologi digital (kurang dari 0,2% bertransaksi di PaDi UMKM), dan keterbatasan akses pembiayaan (hanya 5,7% mengakses KUR) merupakan hambatan sistemik. Di Kota Tangerang, fenomena kesenjangan ini termanifestasi dalam kegagalan pemanfaatan ruang publik seperti Tangerang Expo 2024 dan praktik pungutan liar di Alun-Alun Ciledug. Penelitian menyimpulkan bahwa pengembangan UMKM memerlukan pendekatan holistik yang memperbaiki fondasi kelembagaan, mendorong inovasi Schumpeterian, dan menutup kesenjangan digital serta pembiayaan secara terintegrasi. Implikasi kebijakan mencakup percepatan formalisasi usaha, perluasan program digitalisasi berbasis kapabilitas, inovasi skema pembiayaan inklusif, perbaikan tata kelola ruang publik, dan penguatan kemitraan UMKM-industri besar.

Author Biographies

  • Sugina Sugina, Universitas Raharja

    Lecture

  • Andri Cahyo Purnomo, Universitas Raharja

    Lecture

  • Dedy Iskandar, Universitas Raharja

    Lecture

  • Ahmad Sarmadi, Universitas Primagraha

    Lecture

References

Aisyah, S., Trimurni, R., & Tambusay, D. (2025). Pemetaan Potensi UMKM di Kota Tangerang dan Strategi Pengembangannya. Jurnal Ekonomi dan Kebijakan Publik, 12(1), 45-62.

Anderson, D. (1982). Small Industry in Developing Countries: A Discussion of Issues. World Bank Staff Working Papers No. 518.

Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik Indonesia 2025. Jakarta: BPS.

Bank Dunia. (2024). Indonesia Economic Prospects: Enhancing Competitiveness of MSMEs. Washington, DC: World Bank Group.

Barney, J. B. (1991). Firm Resources and Sustained Competitive Advantage. Journal of Management, 17(1), 99-120.

Berry, A., & Mazumdar, D. (1991). Small-Scale Industry in the Asian-Pacific Region. Manila: Asian Development Bank.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Databoks. (2026, June 17). Jumlah UMKM Indonesia yang Punya NIB pada 2025. Katadata.co.id.

Fahmi, M., Limakrisna, N., & Muharam, H. (2024). Pengaruh E-Marketing, E-CRM, dan Customer Involvement Capability terhadap Keunggulan Kompetitif dan Kinerja Bisnis UMKM di Tangerang Raya. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 9(2), 112-130.

Holt, D. H. (1996). Entrepreneurship: New Venture Creation. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

Hoselitz, B. F. (1959). Small Industry in Underdeveloped Countries. The Journal of Economic History, 19(4), 600-618.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. (2025). Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Kebijakan Pemerintah. Jakarta: Kemenko Perekonomian.

Kementerian Perdagangan. (2025). Laporan Kinerja Ekspor UMKM 2025. Jakarta: Kementerian Perdagangan.

Kementerian UMKM. (2025). Laporan Kinerja Kementerian UMKM 2025. Jakarta: Kementerian UMKM.

Kwartono, M. (2024). Manajemen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah. Yogyakarta: Andi Offset.

Levy, B. (1991). Transactions Costs, the Size of Firms and Industrial Policy: Lessons from a Comparative Case Study of the Footwear Industry in Korea and Brazil. Washington, DC: World Bank.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis: An Expanded Sourcebook (2nd ed.). Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

North, D. C. (1990). Institutions, Institutional Change and Economic Performance. Cambridge: Cambridge University Press.

Piore, M. J., & Sabel, C. F. (1984). The Second Industrial Divide: Possibilities for Prosperity. New York: Basic Books.

Porter, M. E. (1990). The Competitive Advantage of Nations. New York: Free Press.

Ramadhan, A. (2024). Pengaruh Teknologi, Inovasi, dan Keunggulan Kompetitif Berkelanjutan pada UMKM di Kota Tangerang. Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis, 15(3), 201-218.

Rogers, E. M. (1995). Diffusion of Innovations (4th ed.). New York: Free Press.

RRI.co.id. (2025, October 26). Kementerian UMKM Luncurkan Program Pembiayaan Bagi Usaha Menengah. RRI.co.id.

Sanchez-Vidal, J., & Martin-Ugedo, J. F. (2005). Financing Preferences of Spanish Firms: Evidence from the Survey of Business Strategies. Journal of Business Finance & Accounting, 32(5-6), 1029-1050.

Schumpeter, J. A. (1934). The Theory of Economic Development: An Inquiry into Profits, Capital, Credit, Interest, and the Business Cycle. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Soesetio, Y., et al. (2024). The Role of Entrepreneurial Orientation and Innovation on Ultra-Micro and Micro Enterprises Performance in Indonesia. Journal of Small Business and Enterprise Development, 31(4), 789-808.

Staley, E., & Morse, R. (1965). Modern Small Industry for Developing Countries. New York: McGraw-Hill.

Van Dijk, J. A. G. M. (2005). The Deepening Divide: Inequality in the Information Society. Thousand Oaks, CA: Sage Publications.

Wibhawa, A. (2024). Literasi Keuangan dan Modal Keuangan terhadap Kinerja Keuangan UMKM di Kota Tangerang. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, 18(1), 34-51.

Wu, J., Song, J., & Zeng, C. (2008). An Empirical Evidence of Small Business Financing in China. Management Research News, 31(12), 959-975.

ss

Published

27-07-2026

How to Cite

TANTANGAN DAN PELUANG SEBAGAI UPAYA PERAN STRATEGIS UMKM DI ERA DIGITAL DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA (S. Sugina, A. C. Purnomo, D. Iskandar, & A. Sarmadi, Trans.). (2026). EKOSSISTEM : Islamic Economics, Banking, Law, System, 4(7), 71-86. https://doi.org/10.17605/teqwm026

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>